
1919
Penambangan batu bara dimulai oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, dengan sistem penambangan terbuka (open-pit mining).

1942
Seluruh tambang di Tanjung Enim diambil alih oleh Pemerintah Jepang.

1950
Pemerintah Indonesia berupaya mengambil alih kembali seluruh aset dan wilayah operasional perusahaan. Para karyawan di Tambang Batu Bara Air Laya menuntut perubahan status menjadi pertambangan nasional. Pemerintah Republik Indonesia akhirnya mengesahkan penambangan batu bara Air Laya sebagai Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).

1981
Didirikan Perusahaan Perseroan (Persero) Tambang Batubara Bukit Asam, yang disingkat PTBA.

1990
Dalam rangka mendorong pengembangan industri batu bara di Indonesia, Pemerintah Indonesia membubarkan Perum Tambang Batu Bara dan melakukan penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Tambang Batubara Bukit Asam. Dengan demikian, Bukit Asam menjadi satu-satunya perusahaan batu bara milik negara.

2002
Perusahaan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Sejak 23 Desember 2002, saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “PTBA”. Nama perusahaan kemudian berubah menjadi PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk.

2017
Perusahaan memasuki babak baru dengan resmi bergabung ke dalam Holding BUMN Pertambangan yang dipimpin oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebagai induk holding. Bergabungnya perusahaan ke dalam holding turut membawa perubahan, termasuk perubahan nama dan status menjadi PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

2023
BUMN Induk Industri Pertambangan resmi dibentuk dengan nama PT Mineral Industri Indonesia (Persero), yang menjadi induk dari PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Indonesia Asahan Aluminium dan memiliki kepemilikan saham langsung pada PT Freeport Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk, dan MIND ID Trading Pte. Ltd.

Sebuah refleksi perjalanan Bukit Asam. Dari masa lalu yang penuh tantangan hingga langkah nyata menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.
