· Sorotan
Transformasi Bisnis dan Diversifikasi Usaha PTBA (1)

Dalam 34 tahun perjalanan bisnisnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki catatan sejarah tersendiri. Dari sisi transformasi bisnis, PTBA saat ini lebih merupakan perusahaan world class yang bergerak di sektor energi daripada sekedar sebuah perusahaan BUMN di sektor pertambangan. PTBA kini lebih merupakan sebuah perusahaan induk (holding company) yang melakukan diversifikasi usaha ke sektor bisnis lain. Berdasarkan annual report tahun 2014, PTBA telah memiliki 11 anak perusahaan dan 7 perusahaan afiliasi.
Melalui anak perusahaannya PT Bukit Multi Investama (BMI), PTBA membentuk dan melakukan akuisisi terhadap PT Bumi Sawindo Permai (BSP) yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. BMI didirikan di bulan September tahun 2014 dengan core business di bidang usaha Perdagangan Umum dan Jasa. BMI juga mendirikan PT Bukit Asam Medika (BAM) yang mengelola rumah sakit dan poliklinik PTBA serta melakukan akuisisi PT Satria Bahana Sarana (SBS) yang bergerak di bidang penambangan.
Sementara itu, PT Bukit Asam Prima (BAP) yang merupakan anak perusahaan PTBA dan didirikan tahun 2007 dengan bidang usaha Coal Trading kini telah memiliki 3 anak perusahaan baru. Anthrakas Pte Ltd anak perusahaan PT BAP yang berbasis di Singapura dan bergerak di bidang jasa trading batubara, khusus untuk melayani trading batubara ke manca negara. Sedangkan dua perusahaan lainnya yaitu, PT Pelabuhan Bukit Prima dan PT Bukit Prima Bahari, bergerak di bidang transportasi dan pelayanan jasa kepelabuhanan di wilayah perairan pelabuhan dan dermaga milik PTBA.
Dari 19,07 juta ton produksi PTBA tahun 2014 lalu, 15,88 juta ton merupakan produksi dari Unit Pertambangan Tanjung Enim. PT International Prima Coal (IPC), anak perusahaan PTBA berdiri di tahun 2008 dan bergerak di bidang Penambangan Batubara, turut memberikan produksi sebesar 900 ribu ton. Sedangkan 2,43 juta ton merupakan pembelian melalui BAP.
Seluruh anak perusahaan mampu mendukung PTBA hingga meraih 15,5 % net profit margin, 30,8 % gross profit dan 17,7% operating profit margin. Hal ini menempatkan PTBA sebagai perusahaan teratas di industri batubara nasional. Harga saham PTBA saat penutupan perdagangan 2014 (31/12) naik menjadi 12.500 rupiah atau naik 22,5% dibandingkan dengan saat pembukaan perdagangan tahun 2013 yaitu di harga 10.500 rupiah.