· Sorotan
Tekad PTBA: Bersinergi Dengan Lingkungan

Alam ini titipan dan warisan untuk anak cucu.
Makna di balik ungkapan inilah yang menjadi komitmen PT Bukit Asam (Persero) atau PTBA dalam menjalankan aktivitas usahanya. Hal tersebut dituangkan di dalam visi Perusahaan yaitu menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Demikian pula dengan misi Perusahaan, yaitu mengelola sumber energi dengan mengembangkan kompetensi dan keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah maksimal bagi stakeholders dan lingkungan.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (IDX) sejak 23 Desember 2002. Proses produksi batubara di Tanjung Enim dilakukan dengan menggunakan alat berat. Kemudian pengiriman ke Dermaga Kertapati dan Pelabuhan Tarahan dilakukan dengan menggunakan alat angkut kereta api. Di tahun 2013, PTBA berhasil menjual 17,84 juta ton batubara. Sebanyak 51% nya dijual untuk pasar domestik dan sisanya dipasarkan ke mancanegara.
Di tahun 2013 dan 2014, PTBA mendapatkan penghargaan Proper dengan kategori Emas. Program peringkat (Proper) terhadap penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup ini dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari 1.908 perusahaan yang dinilai hanya 9 Perusahaan (0,47%) yang mendapatkan penghargaan tertinggi atau kategori Emas. PTBA adalah satu-satunya perusahaan dari industri batubara nasional yang memperoleh penghargaan ini. Penghargaan ini merupakan bukti dan pengakuan atas proses usaha yang dijalankan PTBA ramah terhadap alam dan lingkungan sekitar.
PTBA menjalankan program corporate social responsibility (CSR) untuk mendukung berkembangnya masyarakat. CSR meliputi bantuan bencana alam, bantuan pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, sarana dan prasarana umum, keagamaan, pelestarian alam serta program kemitraan. PTBA juga menjalankan good mining practices dengan menjadikan CSR bukan sebagai cost dan liability tetapi merupakan equity dan asset.
Menurut Milawarma (Direktur Utama PTBA), “Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dengan seberapa besar keuntungan yang diraih. Namun yang jauh lebih penting adalah seberapa besar perusahaan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan. Kuncinya adalah keberkelanjutan (sustainability). Berdirinya sebuah perusahaan merupakan pertemuan sejumlah kepentingan. Tidak hanya kepentingan bisnis tetapi juga sosial dan lingkungan. Menjaga keseimbangan antara kepentingan tersebut akan menciptakan dunia dengan manusia-manusia yang berkesejahteraan dan berkeadilan.”