· Sorotan
Menelaah Kinerja PTBA di Tahun 2015

Masih segar di benak dan ingatan kita bulan Februari dan Maret lalu PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA baru merayakan HUT ke-34 nya. Tak terasa pula, baru di akhir Maret lalu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PTBA Tahun Buku 2014 melakukan pembagian dividen tunai sebesar Rp705,7 miliar atau Rp324,60 per saham. Banyak kalangan bisnis bertanya-tanya dan mencoba mengukur bagaimana kinerja PTBA di tahun 2015 ini.
PTBA merencanakan kenaikan volume penjualan di tahun 2015 sebesar 23,70 juta ton atau naik 30 persen dibanding tahun 2014. Meskipun PTBA belum memaparkan kinerjanya hingga Mei 2015 ini, namun beberapa indikasi telah menujukan prospek kinerja perusahaan yang cerah di tahun 2015 ini.
Penyelesaian permasalahan keluhan pelanggan PTBA terkait masih ditemukannya batu pack di batubara, membuahkan hasil dengan pembuatan sendiri 2 (dua) unit alat pendepak batu pack (Selective Breaker). Inovasi ini telah memberikan penghematan dana senilai 35 milliar rupiah bagi PTBA yang awalnya dianggarkan untuk pembelian peralatan baru senilai 40 miliar rupiah. Pembuatan kedua alat tersebut menelan biaya tidak lebih dari 5 miliar rupiah. Salah satu unit peralatan pendepak batu tersebut telah mampu diselesaikan di akhir Maret 2015. Saat ini sedang dalam tahap pembuatan alat pendepak batu yang kedua.
PTBA juga melakukan upaya perbaikan infrastruktur kereta api. Sarana ini digunakan untuk meningkatkan transportasi batubara dari lokasi tambang di Tanjung Enim menuju Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati. Awalnya sarana ini mampu mengangkut 14,85 juta ton batubara per tahun. Setelah sarana ini rampung diperbaiki diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut sebesar 28 persen menjadi sebesar 18,97 juta ton per tahun.
Upaya lainnya adalah peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung menjadi 25 juta ton per tahun dan direncanakan mulai dapat beroperasi pada Triwulan II tahun ini. Dengan peningkatan kapasitas ini, Pelabuhan Tarahan dilengkapi dengan tambahan satu dermaga (jetty) baru dengan kapasitas mencapai 210.000 DWT (Capesize). Di samping dermaga lama berkapasitas 80.000 DWT (Panamax), serta satu dermaga tongkang dengan kapasitas 10.000 DWT. Peningkatan kapasitas ini akan memberikan keuntungan bagi pembeli batubara PTBA karena memperoleh efisiensi dari biaya transportasi.
Salah satu keuntungan lain bagi PTBA adalah dari segi kurs mata uang. Hal ini disebabkan karena 85 persen biaya yang dikeluarkan dalam bentuk rupiah, sedangkan 65 persen penerimaan dalam bentuk dollar Amerika Serikat. PTBA mendapat benefit positif dari perbedaan kurs mata uang.
Kini PTBA terus memantau pergerakan harga batubara. Terutama yang berkaitan dengan kompetisi terhadap batubara asal Australia. Sebagai salah satu pemain batubara dari Indonesia, PTBA menilai posisinya di Indonesia memiliki lokasi lebih strategis. Terutama dalam hal memasarkan batubara ke negara-negara di Asia Selatan dan Asia Timur yang menjadi konsumen batubara terbesar.