· Sorotan
PTBA Berpacu di Bisnis PLTU

PTBA memiliki cadangan batu bara 7,29 miliar ton dan cadangan tertambang 1,99 miliar ton. 6,36 miliar ton di antaranya berada di wilayah operasi UPTE (66.000 hektar), di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. PTBA mengelola 3 PLTU berbahan bakar batu bara kalori rendah dan sebuah PLTU biomasa dengan melibatkan tenaga kerja 550 orang. Sejak peresmian PLTU Borang (2004) Sumsel dicanangkan sebagai Lumbung Energi Nasional. China menyepakati 8 rencana kerjasama investasi dimana di antaranya adalah pembangunan PLTU Banko Tengah di Muara Enim (Juli 2005). Sesuai Keputusan RUPS 2006, PTBA membentuk anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) sebagai pengelola PLTU ini dan addendum PPA antara PT BPI dengan PT PLN juga ditandatangani dengan tarif USD5.56954 sen per kWh selama 30 tahun. Sedangkan untuk proyek PLTU Sumsel 8 (senilai USD1,59 miliar) dikelola oleh anak perusahaan PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) dan dijadwalkan beroperasi komersial serta masuk ke dalam jaringan interkoneksi Jawa-Sumatera pada 2019 nanti. PTBA menjadi pemasok tunggal 5 juta ton per tahun bahan bakar batu bara untuk periode 25 tahun.
Apabila Sumsel 8 beroperasi, maka PTBA telah menghasilkan daya 1.500 MW. Saat ini, PTBA berhasil lolos dalam prakualifikasi tender PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 (2 x 600 MW) dan Sumsel 10 (600 MW). PTBA berharap dapat menyisihkan enam peserta tender lainnya dan memenangkan kedua proyek tersebut. PTBA juga sedang mengembangkan PLTU Mulut Tambang Peranap 800-1.200 MW dengan melibatkan PT PLN dan Tenaga Nasional Berhad dari Malaysia.