· Sorotan
PTBA Akan Tingkatkan Produksi pada 2017

Menyambut harga batu bara yang sedang membaik, Perusahaan pertambangan batu bara milik negara, PT Bukit Asam (Persero) Tbk pun menargetkan untuk meningkatkan produksinya pada tahun 2017 nanti.
Direktur PTBA Ir Arviyan Arifin, sebagaimana dikutip oleh Jakarta Post, mengatakan, tahun depan, 2017, Perseroan akan meningkatkan produksi batu bara menjadi 27 juta ton dari 25 juta ton tahun ini.
Target peningkatan produksi batu bara ini, menurut Arviyan, tentunya memerlukan dukungan dari perusahaan perkertaapian negara, yaitu PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI. Selama ini, PT KAI sudah memfasilitasi angkutan batubara dari lokasi penambangan batu bara PTBA di Tanjung Emin, Sumatera Selatan, ke Pelabuhan Tarahan di Lampung.
“Ekspansi kita, produksi kita, kita harapkan lebih baik dari tahun ini, ini sangat tergantung pada angkutan PT KAI. Dengan adanya kerja sama ini kita harapkan bisa tingkatkan kapasitasnya, kita harapkan ada pertumbuhan dari produksi,” kata Arviyan.
Di samping meningkatkan produksi batu bara, Perseroan juga berencana pada kuartal pertama tahun 2017 mengakuisisi perusahaan-perusahaan pertambangan batu bara. Akuisisi ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas Perseroan secara anorganik.
“Kita juga merencanakan meningkatkan pertumbuhan nonorganik dengan cara mengakuisisi perusahaan-perusahaan pertambangan untuk mendukung bisnis kita,” kata Arviyan.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, untuk mendukung peningkatan produktifitas PTBA, PT KAI telah membangun jalur kereta double track dari lokasi pertambangan batu bara PTBA di Muara Enim, Sumatera Selatan, hingga ke Pelabuhan Tarahan di Lampung. Diprediksikan, jalur kereta api ini selesai pada tahun 2017 nanti.
“Kalau infrastruktur sih nggak banyak, sekitar 10 persen sampai 15 persen. Ke depan pasti ada peningkatan (produksi) karena double track itu tinggal sedikit lagi,” kata Edi.
Kerja sama ini juga merupakan implementasi sinergi BUMN untuk mendukung program Pemerintah dalam penyediaan energi dan infrastruktur serta penciptaan kemandirian ekonomi.