
PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 adalah pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x660 MW yang mulai beroperasi komersial sejak 7 Oktober 2023. Terletak di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, PLTU ini menjadi bagian penting dari Program Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW yang bertujuan memenuhi kebutuhan listrik nasional. Proyek ini dibangun oleh PT Huadian Bukit Asam Power, hasil kerja sama strategis antara Bukit Asam dan China Huadian Hongkong Company Ltd.
Menggunakan teknologi super critical yang modern dan efisien, PLTU MT Sumsel-8 juga mengadopsi teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD) untuk mengurangi emisi sulfur dioksida, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan pembangkit konvensional. PLTU ini berperan penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera, dengan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.

PLTU Tanjung Enim merupakan salah satu aset strategis yang dimiliki oleh Bukit Asam, berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan kapasitas terpasang sebesar 3×10 MW. Pembangkit ini dikelola oleh PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT BEST), cucu perusahaan Bukit Asam, yang bertanggung jawab atas layanan operasi dan pemeliharaan (O&M) sejak 14 Februari 2016.
Sebagai bagian dari sinergi internal grup, PLTU Tanjung Enim berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi di area tambang, sekaligus mendukung pasokan listrik bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan PLTU Tanjung Enim merupakan wujud komitmen Bukit Asam dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung kelangsungan operasional tambang secara andal, efisien, dan berkelanjutan.

PLTU Banjarsari adalah pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×135 MW yang dikelola oleh afiliasi perusahaan Bukit Asam, yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative. Terletak di Desa Sirah Pulau dan Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Pembangunan PLTU Banjarsari dimulai pada tahun 2012, selesai pada pertengahan 2015, dan mulai beroperasi secara komersial sejak Juli 2015. Pembangkit ini menggunakan teknologi Circulated Fluidized Bed Boiler (CFB) yang ramah lingkungan dan efisien dalam pemanfaatan bahan bakar.

PLTU Pelabuhan Tarahan merupakan proyek strategis yang mendukung kebutuhan energi operasional pelabuhan batu bara milik PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Terletak di Bandar Lampung, pembangkit ini memiliki kapasitas 2×8 MW yang dirancang untuk menyediakan pasokan listrik yang stabil dan handal, baik untuk kebutuhan internal pelabuhan maupun wilayah sekitarnya.
Dikelola oleh cucu perusahaan, PT Bukit Energi Sarana Terpadu (PT BEST) sejak 1 Desember 2015, PLTU ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga efisiensi operasional dengan tetap mengedepankan standar keselamatan dan perlindungan lingkungan.

Bukit Asam bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memulai proyek percontohan konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet sebagai bahan baku baterai Lithium-ion (Li-ion). Peluncuran perdana pilot project ini dilakukan di Kawasan Industri Tanjung Enim pada 15 Juli 2024. Artificial Graphite adalah bahan utama dalam pembuatan anoda, sedangkan Anode Sheet berperan sebagai elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi dalam baterai Li-ion. Keduanya merupakan komponen vital dalam ekosistem baterai kendaraan listrik, serta digunakan pada berbagai industri seperti penyimpanan energi, elektronik, hingga peralatan medis.

Bukit Asam bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan pemanfaatan batu bara kalori rendah menjadi kalium humat, zat organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan dan kualitas tanah.
Produk ini akan dipasarkan dengan merek BA Grow, tersedia dalam bentuk padat maupun cair. Kehadiran BA Grow mendukung program hilirisasi batu bara nasional sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan melalui penyediaan bahan tambahan pupuk dalam negeri.
Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi Bukit Asam untuk menciptakan nilai tambah batu bara secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan visi perusahaan menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.

Bukit Asam bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjalin kerja sama dalam pengembangan Synthetic Natural Gas (SNG) berbasis batu bara, sebagai langkah strategis untuk mendukung hilirisasi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini memanfaatkan cadangan batu bara kalori rendah milik Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang lokasinya berdekatan dengan jaringan pipa gas milik PGN di Pagardewa. Kedekatan ini membuka peluang efisiensi dalam pengembangan infrastruktur distribusi SNG ke berbagai wilayah.
Selama tahun 2025, kedua perusahaan akan fokus pada studi kelayakan yang mencakup potensi pembangunan fasilitas produksi, jaringan pipa, serta model bisnis yang berkelanjutan. SNG diharapkan menjadi alternatif pasokan gas domestik, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung transisi menuju energi rendah karbon.
