
Sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi energi, Bukit Asam menjalin kerja sama strategis dengan PT Angkasa Pura II dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
PLTS ini terdiri dari 720 unit panel surya dengan teknologi photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilo watt peak (kWp). Sistem ini dirancang untuk menyediakan sumber energi bersih yang ramah lingkungan guna mendukung operasional gedung AOCC secara efisien dan berkelanjutan.
PLTS tersebut mulai beroperasi sejak 1 Oktober 2020.

Bukit Asam menjalin kerja sama strategis dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jalan Tol Bali-Mandara. Proyek ini merupakan wujud nyata peran aktif Bukit Asam dalam menghadirkan solusi energi bersih yang mendukung infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Dengan kapasitas maksimum 400 kilo watt peak (kWp), PLTS ini memanfaatkan sumber energi terbarukan untuk menyuplai kebutuhan listrik di sepanjang ruas tol, mencakup penerangan jalan umum (PJU), kantor operasional, dan gerbang tol.
PLTS Jalan Tol Bali-Mandara resmi beroperasi sejak September 2022 dan turut mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Bukit Asam melalui anak usahanya, PT Bukit Energi Investama (PT BEI), resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Timah Industri berkapasitas 303,1 kilo watt peak (kWp) di Kawasan Industri Cilegon. Proyek ini merupakan wujud nyata komitmen Bukit Asam dalam mendukung transisi energi bersih dan keberlanjutan industri nasional.
Dengan skema Power Rental selama 25 tahun dilanjutkan Build, Own, Operate, Transfer (BOOT), PLTS ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik PT Timah Industri secara berkelanjutan. Sistemnya beroperasi off-grid namun terintegrasi dengan jaringan PLTGU kawasan industri, memastikan pasokan listrik stabil dan efisien.
PLTS Timah Industri resmi beroperasi sejak Juni 2025.

Bukit Asam membangun Pilot Plant Wood Pellet dari tanaman Kaliandra Merah di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang resmi diluncurkan pada 24 Oktober 2024. Proyek ini merupakan bagian dari program energi terbarukan dan lanjutan dari budidaya Kaliandra Merah untuk biomassa yang telah dimulai sejak 2023.Wood Pellet yang dihasilkan digunakan sebagai bahan cofiring (campuran) dengan batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), guna menurunkan emisi karbon di sektor energi dan pertambangan. Saat ini, Pilot Plant memiliki kapasitas produksi sebesar 200 kg per jam.
Inisiatif ini merupakan bentuk kolaborasi Bukit Asam dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, dan menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung transisi energi menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
