
Tambang batu bara Bukit Asam terletak di tengah Pulau Sumatra, yang membuat transportasi batu bara dari lokasi tambang ke pelabuhan menjadi aspek krusial dalam operasional perusahaan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas angkutan batu bara merupakan salah satu prioritas utama.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bukit Asam terus memperkuat sinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembangkan jalur angkutan batu bara, khususnya pada rute Tanjung Enim–Kramasan.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Bukit Asam membangun infrastruktur penting seperti Train Loading Station (TLS) dan Coal Handling Facility (CHF) 6 dan 7 di Tanjung Enim. Fasilitas ini dirancang untuk memiliki kapasitas total hingga 20 juta ton batu bara per tahun, guna memastikan proses pengangkutan yang lebih efisien dan andal.

Bukit Asam juga terus melakukan optimalisasi kapasitas angkut kereta api yang sudah ada. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan jumlah gerbong pada setiap rangkaian kereta, yang secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan signifikan jumlah batu bara yang diangkut.
Tak hanya melalui jalur kereta api, perusahaan juga memperluas kapasitas angkutan dengan mengoperasikan jalur trucking khusus batu bara. Inisiatif ini memungkinkan distribusi yang lebih fleksibel dan efisien, terutama untuk menjangkau area yang tidak terhubung langsung dengan rel kereta api.
Melalui pendekatan terintegrasi ini, Bukit Asam berkomitmen untuk memastikan kelancaran dan keandalan proses distribusi batu bara dari tambang hingga ke tujuan akhir.
