· Sorotan
Perkembangan Usaha PTBA di Pertengahan 2015

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, PTBA telah menyelesaikan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung menjadi 25 juta ton per tahun (sebelumnya 13 juta ton per tahun). Hal ini dilakukan dengan penambahan sebuah dermaga baru berkapasitas 210.000 DWT(capesize) yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan (Juni 2015 lalu) sebagai pelabuhan berkapasitas sandar terbesar di Indonesia. Kini, Pelabuhan Tarahan dapat melayani pemuatan batubara secara bersamaan di 3 dermaga secara bersamaan. Masing-masing kapasitas sandar dermaga tersebut adalah 210.000 DWT (capesize), 80.000 DWT (panamax) dan dermaga tongkang 10.000 DWT.
Pelabuhan Tarahan kini telah didukung dengan penambahan fasilitas pembongkaran batubara dari gerbong kereta api (RCD), di samping dua RCD yang sudah ada sebelumnya. Saat ini pembongkaran batubara dapat dilakukan untuk empat rangkaian gerbong kereta api secara bersamaan. Di samping itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah meningkatkan kapasitas angkutnya menjadi 22,7 juta ton per tahun dengan selesainya pembangunan double track lajur kereta api. Lajur ini memuat batubara dari lokasi tambang di Tanjung Enim menuju Prabumulih. Pelabuhan Tarahan juga dilengkapi dengan sebuah PLTU 2 x 8 MW milik sendiri. Dimana sebelumnya menggunakan suplai tenaga listrik dari PLN. Selain unsur kehandalan, PLTU milik sendiri ini memberikan efisiensi bagi Pelabuhan Tarahan, sama halnya dengan keberadaan PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW.
Sejak Mei 2015, PLTU Banjarsari 2 x 110 MW sudah beroperasi komersial melalui jaringan interkoneksi Sumbagsel milik PLN. Selain kepemilikan pembangkit melalui konsorsium PT Bukit Pembangkit Innovatif (BPI), PTBA juga merupakan pemasok tunggal bahan bakar batubaranya sekitar 1,4 juta ton per tahun. Selain itu, PLTU Banko Tengah 2 x 620 MW (Sumsel 8) dijadualkan memulai pembangunan kontruksinya pada Semester II 2015 untuk siap beroperasi komersial pada tahun 2019 mendatang.
Sementara itu, untuk membangun kehandalan kinerja PTBA sebagai sebuah Perusahaan Induk (Holding Company), Perseroan terus mengembangkan sayap bisnisnya. Hal ini dilakukan dengan mendirikan sejumlah anak perusahaan dan melakukan akuisisi perusahaan baru sebagai Perusahan Terafiliasi. Kini bisnis PTBA telah mencakup usaha penambangan, pembangkit tenaga listrik, jasa penambangan, trading batubara, transportasi laut untuk batubara, pengelolaan pelabuhan, perkebunan dan jasa pelayanan kesehatan. Semua anak perusahaan dan perusahaan terafiliasi ini bersinergi secara optimal untuk mendukung capaian kinerja PTBA sebagai Perusahaan Induk.