· Sorotan
Strategi PTBA Mempertahankan Bisnis Batubara

Di awal tahun 2015, PTBA telah menetapkan beberapa langkah srategis agar bisa bertahan di bisnis batubara. Untuk mengantisipasi pasar batubara saat ini, PTBA melakukan koordinasi yang intens mulai dari hulu ke hilir, dari personil pemasaran hingga ke pekerja tambang. PTBA juga melirik pasar China dan India. Bukit Asam Prima (BAP) dan Internasional Prima Coal (IPC) adalah dua anak perusahaan PTBA yang serius menggarap pasar India. Dari segi kualitas, batubara yang dihasilkan oleh BAP dan IPC sangat sesuai untuk pasar India dan Asia Selatan.
PTBA juga melakukan peningkatan di bidang sistem dengan CNF (cost and freight) untuk penjualan batubara ke PT PLN. PTBA akan menjadi yang paling diminati dibandingkan perusahaan batubara lainnya. Karena jarak antara PTBA dan PLN Area Banten adalah yang terdekat dibandingkan dengan perusahaan batubara lainnya. Dalam pengembangan energi, PLTU Banjarsari akan beroperasi secara komersial di bulan Maret 2015. Kemudian akan dilanjutkan dengan PLTU Banjarsari II dan Pemasangan PLTU Banko Tengah berkapasitas 2 x 620 Megawatt dengan investasi senilai USD 1,6 miliar. Di bidang bisnis CBM, PTBA sudah mematenkan teknologi untuk mengubah batubara menjadi minyak sintetis di Indonesia.
PTBA juga mengembangkan dan memanfaatkan produk berbahan bakar bio fuel yang berasal dari perkebunan kelapa sawit dan menjajaki potensi produksi pembangkit listrik bio mass yang listriknya dapat dijual ke PT PLN. Langkah strategis lainnya adalah untuk memperbaiki PT Bukit Asam Medis (BAM) melalui sinergi dengan program BPJS Kesehatan. Tujuannya adalah untuk memberikan manfaat kesehatan karyawan yang efisien dan mengurangi benefit dalam bentuk uang tunai. Optimasi pengendalian biaya pengobatan dilakukan dengan mengelola program perawatan yang disesuaikan dengan BPJS.
Prinsip kehati-hatian menjadi kebijakan dalam menentukan langkah-langkah strategis di bidang sumber daya manusia (SDM). Selain itu, pasar batubara dalam keadaan yang tidak menguntungkan bagi produsen batubara. PTBA telah menggunakan peralatan berat yang besar di Pelabuhan Tarahan dan Tanjung Enim Pelabuhan. Dibutuhkan karyawan untuk melakukan menjalankan operasional peralatan tersebut. Selama 2015-2016 diperkirakan lebih dari 600 karyawan akan pensiun dari Perusahaan. Lebih dari 500 karyawan pensiun di periode sebelumnya (2013-2014). PTBA akan memperbaiki kebijakan SDM untuk melakukan evaluasi terhadap organisasi dan pengembangan SDM secara komprehensif. Hal ini dilakukan untuk membentuk organisasi yang efisien dan efektif sesuai dengan tujuan dan visi perusahaan.
Langkah strategis terakhir adalah di bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Di tahun 2015, PTBA akan meningkatkan kegiatan untuk mendukung masyarakat dengan meletakan CSR ke biaya operasional. Sebelumnya anggaran CSR berasal dari laba perusahaan yang telah dipotong pajak. PTBA akan mensinergikan masyarakat ke dalam bisnisnya untuk mempertahankan PROPER kategori Emas. Peningkatkan efektivitas Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) dan diversifikasi dilakukan untuk mendukung operasional PTBA secara efektif agar terjadi perluasan pasar dan penurunan harga pokok produksi.